QuotesKebohongan

Kebohongan

-

- Advertisment -spot_img

Kebenaran selalu sederhana dan jujur, sementara kebohongan selalu rumit dan berkelok-kelok” (Leo Tolstoy)

Kebenaran, kata Tolstoy, adalah sesuatu yang sederhana dan jujur. Lalu secara tak sengaja saya menemukan tuturan seorang sufi: “Al-ḥaqqu yubdi wa lā yasta’thir.” Kebenaran itu menampakkan diri, tapi tak pernah menuntut sorotan.

Ia seperti dzikir yang tak bersuara, yang mengalir perlahan dalam dada orang-orang yang telah selesai mencari.

Kita hidup di zaman yang gemar menyamarkan. Di mana gema lebih dicari daripada makna. Di mana kata-kata dirangkai bukan untuk menyampaikan, tapi untuk menyembunyikan. Maka kebenaran sering terasa asing, sebab ia tak berbelit. Ia lurus. Ia mengarah pada cahaya yang kita tahu ada, tapi sering kita pejamkan mata terhadapnya.

Sedangkan kebohongan. Ia sibuk merancang labirin. Ia tak ingin ditemukan, tapi ingin dipercaya. Dan untuk itu, ia menciptakan bayangan dari bayangan. Ia menjahit kegelapan dengan benang-benang logika yang tampaknya rapi, tapi rapuh. Seperti Fir’aun yang mengklaim dirinya Tuhan, kebohongan selalu butuh panggung yang tinggi untuk menutupi kekosongan di dalam.

Sementara kebenaran, seperti Nur yang disebut dalam al-Qur’an, tidak berteriak, tapi menuntun. Ia hadir di hati yang hening, di kalbu yang tak lagi dipenuhi hasrat akan kemenangan atau pengakuan. Ia adalah suara yang terdengar hanya oleh mereka yang bersedia mendengar dengan jiwa.

Barangkali inilah mengapa para wali diam ketika dihina dan bersinar ketika dilupakan. Mereka tahu, yang sejati tak perlu dibela dengan mulut, cukup dengan menjadi. Dan menjadi itu, bukan tentang berkata, tapi tentang berada dalam kebenaran yang tak dibuat-buat.

Kita mendekati Tuhan bukan dengan kerumitan, tapi dengan kesederhanaan yang menyerah. Dan mungkin, kebenaran tak lain adalah kepulangan: kembali kepada yang Esa, melalui jalan yang tak perlu dipoles, karena ia memang telah terang dari awalnya. Allahu a’lam.

Tabik.[]

Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar penanda usia organisasi, atau sekedar bilangan yang datang...

Mi’raj

“Nabi naik ke langit untuk menerima perintah shalat, agar manusia tahu: jalan ke Tuhan tidak jauh, ia dimulai dari...

Jalan yang Tak Terlihat

“Sebagian orang menemukan Tuhan di kedalaman dosanya, sementara sebagian yang lain justru kehilangan-Nya di puncak kenikmatannya.” — Syams Tabriz Kalimat...

Dari Cahaya Teks ke Jalan Realitas: Menimbang Kembali Arah Gerak Muhammadiyah

113. Bukan sekadar penanda usia sebuah organisasi, tetapi ia jejak panjang kesadaran moral yang terus tumbuh di tubuh bangsa....
- Advertisement -spot_imgspot_img

Subjectivity is Truth: Renungan Mendalam atas Eksistensialisme Kierkegaard

Soren Aabye Kierkegaard (5 Mei 1813 – 11 November 1855) sering dibayangkan sebagai sosok yang berjalan sendirian di jalan-jalan...

Ziarah Sunyi Menuju Hati

“Kucari Tuhan di kuil, Gereja dan Mesjid, aku menemukan-Nya dalam hatiku.” Pernyataan yang konon diasalkan kepada Rumi ini tampaknya...

Must read

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)...

Mi’raj

“Nabi naik ke langit untuk menerima perintah shalat, agar...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you