Philosophia

Derrida: Menemukan Kebenaran yang Tak Pernah Selesai

Di antara para filsuf abad ke-20, mungkin tidak banyak pemikir yang sering disalahpahami sekaligus berpengaruh seperti Jacques Derrida. Dalam panggung pemikiran dunia, namanya hampir...

Amor Fati

Dalam lalu-lintas kehidupan manusia, ada satu kecenderungan yang hampir selalu menyertai: keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu. Manusia ingin memilih jalan hidupnya sendiri. Menentukan hasil....

Setelah Habermas: Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu...

Subjectivity is Truth: Renungan Mendalam atas Eksistensialisme Kierkegaard

Soren Aabye Kierkegaard (5 Mei 1813 – 11 November 1855) sering dibayangkan sebagai sosok yang berjalan sendirian di jalan-jalan Kopenhagen: mantel panjang, langkah cepat,...

Friedrich Nietzsche: Antara Nihilisme dan Keberanian untuk Mengada

Ada satu suara di abad ke-19 yang tidak sekadar terdengar, tetapi mengguncang kesadaran manusia hingga ke sumsum nilai-nilai terdalamnya. Suara itu lahir bukan dari...

Arthur Schopenhauer dan Filsafat Pesimisme: Antara Kehendak, Representasi, dan Penderitaan sebagai Hakikat Ada

Dalam sejarah panjang filsafat Barat, nama Arthur Schopenhauer (1788–1860) berdiri sebagai suara yang melawan arus. Ia muncul di tengah abad ke-19 yang dipenuhi dengan...

G.W.F. Hegel dan Dialektika: Rasionalitas dalam Gerak Sejarah

“Yang nyata adalah yang rasional, dan yang rasional adalah yang nyata” (Was vernünftig ist, das ist wirklich; und was wirklich ist, das ist vernünftig) Georg...

Immanuel Kant dan Kritik Terhadap Metafisika (Sebuah Renungan tentang Batas, Rasio, dan Kewajiban Moral)

Ada masa ketika metafisika berjalan dengan penuh percaya diri, seperti seseorang yang berjalan di atas awan, mengira telah menemukan jalan menuju kebenaran tertinggi. Dari...

Latest news

Humata, Hukhta, Hvarstha

Barangkali tragedi terbesar manusia bukanlah bahwa ia hidup di dunia yang gelap, melainkan bahwa ia sering kehilangan arah pulang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Menakar Ketinggian dari Kedalaman Akar

Dalam Thus Spoke Zarathustra (Demikianlah Zarathustra Bersabda), Nietzsche menulis aforisma tentang sebuah perumpamaan yang tajam tentang kejujuran yang mungkin...

Derrida: Menemukan Kebenaran yang Tak Pernah Selesai

Di antara para filsuf abad ke-20, mungkin tidak banyak pemikir yang sering disalahpahami sekaligus berpengaruh seperti Jacques Derrida. Dalam...

Must read

Humata, Hukhta, Hvarstha

Barangkali tragedi terbesar manusia bukanlah bahwa ia hidup di...

Menakar Ketinggian dari Kedalaman Akar

Dalam Thus Spoke Zarathustra (Demikianlah Zarathustra Bersabda), Nietzsche menulis...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you

Hidup Layak Menurut Socrates

"Hidup yang tak dipikirkan adalah hidup yang tak layak...

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)...

What is lampshading? The leggy fashion trend, explained

Far far away, behind the word mountains, far from...