Most recent articles by:

Radea Juli Hambali

- Advertisement -spot_imgspot_img

Akar Kebenaran: Jejak Kekuasaan dalam Pengetahuan

Dalam perjalanan panjang sejarah filsafat, kita kerap menganggap “kebenaran” sebagai sesuatu yang suci, netral, dan berdiri di atas segala bentuk kepentingan manusia. Ia ibarat...

Derrida: Menyusuri Jejak yang Tak Pernah Selesai

Dalam setiap kata yang kita ucapkan, dan pada setiap makna yang kita yakini hadir secara utuh, mungkin sebenarnya ada celah yang tak kita sadari...

“Gak Cuma Cepat, Tapi Juga Tepat”

Yoi, ini kalimat bisa dibilang kayak "paket komplit" buat jadi manusia yang waras dan nggak sotoy. Socrates, si bapak filsafat dari Yunani Kuno ini,...

Neksus (Simpul Kehidupan Modern Menurut Harari)

Dalam bentang sejarah manusia, tidak ada satu pun fenomena yang berdiri sendiri. Semuanya saling terhubung, berjejaring, dan membentuk semacam simpul kehidupan, sebuah “nexus”, begitu...

Jari dan Kebenaran

Ini zaman “post truth”, begitu para pemikir menyebutnya. Sebuah zaman ketika emosi lebih dipercaya ketimbang fakta. Kebenaran objektif dikesampingkan, ukuran benar dan salah disepelekan....

Luca Modric

3M. Selain Maung (Bandung) dan Milan, Madrid adalah klub sepak bola yang saya suka. Dan salah satu pemain yang kerap menarik perhatian saya adalah...

Bobotoh: Cinta yang Kekal

Di tribun, saya menyatu dengan ribuan bobotoh. Tenggelam dalam lautan suara, ikut merayakan puncak pencapaian Pangeran Biru. Di balik sorak kegembiraan dan gegap gempita...

“Wajah”

"Kita bangun setiap pagi dan mengenakan wajah yang dunia inginkan. Hari demi hari, wajah itu melekat, sampai akhirnya kita lupa wajah asli kita. Dan...

Must read

Kesepian atau Bersepi-Diri?

Kesepian sering datang tanpa dipilih, begitu menurut Sindhunata (BASIS,...

LEO (2)

Ada pemain-pemain besar yang memenangkan pertandingan. Ada pula pemain-pemain...
- Advertisement -spot_imgspot_img