BeritaPeresmian Gedung SBSN UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Peresmian Gedung SBSN UIN Sunan Gunung Djati Bandung

-

- Advertisment -spot_img

Bandung-25 Januari 2024. Di penghujung acara Pembukaan Orientasi bagi PPPK, Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Chollil Qoumas berkesempatan menandatangani prasasti peresmian penggunaan pembangunan SBSN 2022-2023 UIN Sunan Gunung Djati yang terdiri dari tiga gedung perkuliahan yang baru.

Tiga gedung perkuliahan baru yang dimaksud adalah bangunan perkuliahan yang diperuntukkan bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Dalam acara Tasyakur Gedung Perkuliahan Terpadu yang diadakan di Gedung Abdjan Soelaeman, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M. Ag menyambut baik dan menyampaikan terimakasih kepada Menteri Agama RI yang telah menandatangani prasasti peresmiannya.

Disampaikan pula oleh Rektor bahwa pembangunan gedung baru dan terutama pemindahan fakultas Ushuluddin ke kampus 2 didasarkan pada pertimbangan dan perencanaan yang matang. Disamping untuk menciptakan suasana perkuliahan yang semakin baik di kampus 1, bangunan yang ditinggalkan oleh fakultas Ushuluddin akan dialihfungsikan menjadi bangunan untuk melecut pertumbuhan dan pengembangan layanan bisnis.

Hal senada disampaikan juga oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Dadan Rusmana, M. Ag. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan bahwa pemindahan dua fakultas ke kampus 2 untuk meminimalisir kesemrawutan (crowded), demi terciptanya atmosfir dan kondusifitas pembelajaran yang lebih aman, nyaman dan tenang di lingkungan kampus 1. Dengan demikian, pembangunan tiga gedung baru perkuliahan  di kampus 2, menurutnya sudah tepat. Pembangunan tiga gedung baru yang semuanya memiliki 85 ruang kelas itu, menjadi solusi untuk menutupi kekurangan kebutuhan ruang perkuliahan dan laboratorium, seiring dengan bertambahnya animo dan kuota mahasiswa baru yang dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Dari aspek administrasi dan perencanaan, Wakil Rektor 2, Prof. Dr. Tedi Priatna, M. Ag memberikan pandangan menguatkan. Menurutnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini sudah menjadi PT yang memiliki prestasi membanggakan. Dengan demikian, pembangunan gedung perkuliahan baru di kampus 2 menjadi keniscayaan. Pembangunan gedung perkuliahan untuk tiga fakultas (Tarbiyah dan Keguruan, Ushuluddin dan FEBI) semata-semata bertujuan untuk  menunjang semakin meningkatnya kualitas pendidikan, pengajaran dan pelayanan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Gedung perkuliahan baru ketiga fakultas itu memang didesain secara modern terutama untuk meningkatkan efisiensi adminstrasi. Ruang-ruang khusus seperti ruang pimpinan, ruang perkuliahan, ruang dosen dan fasilitas lainnya diharapkan dapat membantu proses administrasi berjalan lebih lancar dan maksimal.

Di akhir sambutan dalam acara Tasyakur Gedung Perkuliahan Terpadu, Rektor meminta para Dekan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati, khususnya Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) untuk mengawal secara optimal sehingga proses pemindahan dua fakultas dari kampus 1 ke kampus 2 berjalan dengan baik.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

(Bukan) Paling Benar, (tetapi) Paling Bermanfaat

“Orang yang paling baik bukanlah orang yang paling benar, melainkan orang yang paling banyak manfaatnya,” begitu pernyataan sebuah kutipan...

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar penanda usia organisasi, atau sekedar bilangan yang datang...

Mi’raj

“Nabi naik ke langit untuk menerima perintah shalat, agar manusia tahu: jalan ke Tuhan tidak jauh, ia dimulai dari...

Jalan yang Tak Terlihat

“Sebagian orang menemukan Tuhan di kedalaman dosanya, sementara sebagian yang lain justru kehilangan-Nya di puncak kenikmatannya.” — Syams Tabriz Kalimat...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Dari Cahaya Teks ke Jalan Realitas: Menimbang Kembali Arah Gerak Muhammadiyah

113. Bukan sekadar penanda usia sebuah organisasi, tetapi ia jejak panjang kesadaran moral yang terus tumbuh di tubuh bangsa....

Subjectivity is Truth: Renungan Mendalam atas Eksistensialisme Kierkegaard

Soren Aabye Kierkegaard (5 Mei 1813 – 11 November 1855) sering dibayangkan sebagai sosok yang berjalan sendirian di jalan-jalan...

Must read

(Bukan) Paling Benar, (tetapi) Paling Bermanfaat

“Orang yang paling baik bukanlah orang yang paling benar,...

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you