CelotehVIRTUOUS

VIRTUOUS

-

- Advertisment -spot_img

Agak susah mengeja namanya. Begitu kata orang-orang. Sebuah nama yang diambil bukan dari “local wisdom”. Ia diambil dari bahasa Latin, “virtus”. Artinya kebajikan. Bentuk adjektivanya adalah “virtuous”. Secara bebas, ia bisa diartikan “berbudi luhur”, noble-minded atau high minded begitu penjelasan kamus bahasa.

Ya. Virtuous adalah anak saya yang paling bungsu. Lengkapnya Virtuous Abdina Gusti. Kalau diartikan secara bebas, dia adalah “anak yang berbudi luhur hambanya Tuhan”. Insya Allah, nama ini akan menjadi jembatan dan do’a bahwa di sepanjang kehidupannya ia akan menjadi mutiara keluhuran budi karena dia adalah hamba Tuhan.

Yeay…! Dina, begitu saya memanggilnya, telah selesai menamatkan studinya. 6 tahun dia mondok di Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya. Perjalanan yang cukup panjang. Perjalanan yang tak mudah. Dari usia yang masih sangat bocil dia harus pisah dari kehangatan keluarga dan dari segala kemudahan jika dia di rumah.

Saya masih percaya bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang tepat untuk menempa kedewasaan, ketaatan, tanggungjawab dan kedisiplinan anak. Ini pula yang menjadi alasan menyekolahkannya di sana.

Tak selalu mulus dia menjalani masa-masa studi di pesantren. Tak selalu lempang jalan yang dia lalui. Ada saat dia ingin keluar dan melanjutkan di sekolah umum. Ada masa dia mogok karena jenuh dengan rutinitas dan lingkungan yang serba terbatas. Ada masanya dia uring-uringan dan tak mau kembali ke pondok karena hanya bersosialisasi dengan orang yang itu-itu saja. Tapi syukur Alhamdulillah dia bisa melewatinya hingga selesai. Sungguh saya bangga!

Selamat De. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama belajar di pesantren pasti jadi bekal yang bermanfaat. Tapi perjalanan menjadi pembelajar belum selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. Sebab seluruh perjalanan hidup manusia dari mulai lahir hingga menuju tubir liang lahat adalah belajar. Jadilah pembelajar yang riang gembira, penuh semangat, dan jadilah pembelajar yang berbudi luhur.[]

Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Setelah Habermas: Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga...

Khamenei (2)

Syahidnya Ali Khamenei tak serta merta melumpuhkan perlawanan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel. Iran adalah peradaban panjang, sepanjang...

Khamenei

Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan bahasa politik ketika memandang sosok seperti Ali Khamenei. Saya kira, ia...

(Bukan) Paling Benar, (tetapi) Paling Bermanfaat

“Orang yang paling baik bukanlah orang yang paling benar, melainkan orang yang paling banyak manfaatnya,” begitu pernyataan sebuah kutipan...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Refleksi 79 Tahun Pengabdian

Sepemahaman saya, Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar penanda usia organisasi, atau sekedar bilangan yang datang...

Mi’raj

“Nabi naik ke langit untuk menerima perintah shalat, agar manusia tahu: jalan ke Tuhan tidak jauh, ia dimulai dari...

Must read

Setelah Habermas: Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia...

Khamenei (2)

Syahidnya Ali Khamenei tak serta merta melumpuhkan perlawanan Iran...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you