
Konon disebut, jika Voltaire bisa menenggak kopi hingga 50 gelas sehari. Sejarah lalu mencatat jika umur si doi bisa sampai 80 tahun lebih. Sebuah usia dan perjalanan hidup yang cukup panjang. Hegel juga begitu, ia dikisahkan memiliki kesukaan minum kopi, begitu juga jutaan orang lain selama abad kedelapan belas.
Immanuel Kant, sang filsuf “raksasa” Abad Pencerahan yang terkenal karena kedisipinan dan tepat waktu, yang di batu nisannya tertulis “Coelum stellatum supra me, lex moralis intra me”, minum kopi juga. Dikisahkan jika si doi yang satu ini biasanya menyeruput kopi seusai santap malam.
Konon disebut, zaman pencerahan benar-benar bersinar karena kehadiran kopi, dan filsuf Perancis Denis Diderot memasukkan gambar-gambar pabrik kopi dalam proyek Encyclopédie. Sebuah upaya Diderot untuk meletakkan kopi di atas kertas semua pengetahuan yang diketahui generasi saat itu di Eropa.
Juga Beethoven komposer besar dan tersohor asal Austria adalah seorang “coffee addict”. Menurut biografinya, kegilaan Beethoven terhadap kopi telah diketahui orang-orang terdekatnya. Beethoven yang dikenal temperamental ini diketahui akan “cranky” jika tidak meminum kopi. Saking terobsesinya dengan kopi, Beethoven selalu menghitung biji kopi yang akan dia seduh. Dengan tangannya dia menghitung 60 biji kopi untuk kopi paginya.
Juga Teddy Roosevelt (Presiden ke-26 Amerika Serikat) mengatakan bahwa kopi tak dapat dipisahkan dari kehidupannya, karena segelas kopi membantunya tetap aktif menemukan inspirasi-inspirasi yang menunjang tugasnya sebagai kepala negara.
Bahkan kopi juga tradisi meminumnya identik dengan kehidupan para sufi. Dikisahkan, sebelum melakukan ritual, para sufi meminum kopi terlebih dahulu. Supaya kuat melek. Mata tetap terjaga. Dan pikiran tetap fokus kepada-Nya. Supaya tak berbilang pujian juga pengagungan kepada Tuhan.
Disebutkan, biji kopi pertama kali ditemukan pada abad ke-8 Hijriah. Riwayat ini sebagaimana dituliskan oleh Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Husainy Al-Hadramy dari marga Alaydrus (1070-1113 H), dalam kitab berjudul Liinaasush Shofwah bi Anfaasil Qohwah. Ia menjelaskan, jika seorang ulama sufi terkenal, Imam Abul Hasan Ali Asy-Syadzili merupakan sosok penemu kopi pertama.
Menurut kisah, Imam Abu Hasan Ali Asy-Syadzili (seorang sufi) diperintahkan gurunya untuk berzikir selama 40 hari tanpa tidur dan batal wudhu. Namun, yang terjadi, bagaimanapun ia berusaha, selalu gagal karena tertidur. Dalam tidur tersebut, Imam Abu Hasan bermimpi dan mendapat petunjuk untuk memanfaatkan biji kopi sebagai minuman yang dapat menyegarkan tubuh. Sejak itu, kopi menjadi minuman favorit untuk mendekatkan diri kepada Allah.
“Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir kantuk. Dengan pertolongan Allah Ta’ala, kopi menggiatkanku taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap.” Begitu kata Imam Abu Hasan Ali Asy-Syadzili.[]






