PAGI

-

- Advertisment -spot_img

Pagi adalah sebuah keniscayaan, tapi pada pagi juga saya menemukan keragaman. Matahari yang tanpa malu-malu menyinari. Burung yang bercicit riang menyambut datangnya siang. Daun yang perlahan goyang seakan tak rela membiarkan embun jatuh akibat hujan semalam. Ya, pada pagi ada tanda-tanda harmoni. Ada jejak-jejak yang agung tentang keintiman.

Momen pagi adalah perayaan tentang segala yang hidup dan tumbuh. Seiring hadirnya sinar matahari, semua entitas memulai melakoni hidup dengan caranya yang khas, tanpa melecehkan atau merasa istimewa kepada yang tak sama.

Perhatikan, burung yang terbang dalam dekapan semilir angin. Padi tumbuh di atas tanah yang basah dan merelakan dirinya menjadi alas kehidupan. Rumput yang berjejal tumbuh di punggung pematang. Semuanya solid menyatu bahu membahu menciptakan orkestra kehidupan. Sungguh! Pagi yang syahdu.

Dalam suasana itu, semuanya punya peran dan fungsinya masing-masing. Seakan tiap bagian menerima dan meneguhkan keberadaan yang lain. “Kehadiranku adalah karenamu. Keberadaanmu menjadi cara kehadiranku”.

Pada suasana pagi, saya tak menemukan stigma dan jarak ekstrim yang menjadi muasal konflik dan ancaman. Justru pada pagi saya menemukan “kita” dan “kerukunan”. Pagi bagi saya adalah pelajaran tentang bagaimana hidup harusnya disusun dan dirumuskan dalam keguyuban dan “kekitaan”.

Dalam keguyuban dan kekitaan tak ada hasrat juga siasat menegasikan yang tak sama dan beda. Mengerdilkan bahkan menafikannya sebagai non-sense dalam kekhasannya. Dalam keguyuban dan kekitaan, yang tak sama dan beda tak hanya diundang untuk datang tapi juga dibiarkan ada karena mereka memiliki hak yang sama untuk ada.

Tak hanya punya hak untuk ada, yang beda dan tak sama adalah jalan untuk mengenal tentang siapa saya. “I require a You to become, becoming I, I say You” (Aku membutuhkan Engkau untuk menjadi, sambil menjadi Aku, Aku berkata Engkau), begitu kata Martin Bubber.[]

Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Bojan, Persib, dan Warisan Kejayaan

Haji Umuh sudah mengucapkan maklumat, bahwa Bojan Hodak akan pergi, dan penggantinya adalah IgorTolic. Bagi sebagian bobotoh, kepergian Bojan...

Persib dan Ujian Gelar Three-Peat

Dalam terkaan banyak orang, sepak bola kerap dipahami melalui bahasa yang sangat sederhana: tentang kemenangan dan kekalahan, soal juara...

Amor Fati

Dalam lalu-lintas kehidupan manusia, ada satu kecenderungan yang hampir selalu menyertai: keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu. Manusia ingin memilih...

Uberwinden

Dalam arus pemikiran Nietzsche, sejauh saya memahaminya, hidup tidak pernah hadir sebagai sebuah telaga yang tenang. Diibaratkan, hidup adalah...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Setelah Habermas: Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga...

Khamenei (2)

Syahidnya Ali Khamenei tak serta merta melumpuhkan perlawanan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel. Iran adalah peradaban panjang, sepanjang...

Must read

Bojan, Persib, dan Warisan Kejayaan

Haji Umuh sudah mengucapkan maklumat, bahwa Bojan Hodak akan...

Persib dan Ujian Gelar Three-Peat

Dalam terkaan banyak orang, sepak bola kerap dipahami melalui...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you